Kasus Mutilasi WNI di Hongkong

Polisi Ambil Sampel Darah Keluarga Korban

| Rabu, 05-11-2014 | 17:38 WIB

Cilacap - Tim "Disaster Victim Investigation" (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Tengah mengambil sampel darah keluarga tenaga kerja wanita yang menjadi korban mutilasi di Hong Kong, Sumarti Ningsih (23).

Tim yang diketuai Kepala Bidang Subbidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jateng Ajun Komisaris Besar Polisi dr Sumy Hastry Purwanti mendatangi rumah orang tua almarhumah Sumarti Ningsih di Dusun Banaran RT 02 RW 05, Desa Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Rabu.

Dalam hal ini, tim DVI Polda Jateng mengambil sampel darah orang tua almarhumah Sumarti Ningsih, Achmad Kaliman dan Suratmi, serta air liur anak korban, Muhammad Hafid Arnovan (5).

Sampel darah dan air liur tersebut akan digunakan untuk keperluan identifikasi.

Selain mengambil sampel darah dan air liur, tim DVI juga mendata ijazah sekolah dan membawa foto Sumarti Ningsih.

"Data 'ante mortem, yaitu data dari korban sebelum dia meninggal dunia. Jadi, kami mencari data dari identitas secara umum sampai sidik jari, gigi, dan dental dari kedua orang tua dan putranya," kata dia menjelaskan.

Menurut dia, data "ante mortem" tersebut akan dikirim ke Jakarta guna diselesaikan dengan lebih cepat dan hasilnya dikirim ke Hong Kong untuk dibandingkan dengan data "post mortem" dari jenazah yang diduga Sumarti Ningsih. (ant/lif)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Kriminal

Komentar

Baca juga

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Covesia.com - Lebih dari sepekan mengaku kelelahan karena "krisis spiritual", rapper Kanye West masih terbaring di sebuah rumah sakit di Los Angeles...

Ikuti Akun LinkedIn Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring