Tanggapan ICW Soal Fadli Zon Bela Arsyad: Ia Justru Laporkan Jurnalis dan Aktivis Dengan UU ITE

| Rabu, 05-11-2014 | 17:07 WIB
Tanggapan ICW Soal Fadli Zon Bela Arsyad: Ia Justru Laporkan Jurnalis dan Aktivis Dengan UU ITE
: Tanggapan ICW Soal Fadli Zon Bela Arsyad: Ia Justru Laporkan Jurnalis dan Aktivis Dengan UU ITE

Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon dituding tidak kooperatif dalam menyikapi dugaan pelanggaran UU ITE. Mengapa demikian, beberapa waktu lalu politisi Gerindra itu membela Muhammad Arsyad dalam kasus pelanggaran UU ITE, sementara disisi lain sebelumnya dia justru melaporkan Ketua Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah Ronny Maryanto.

Ia merupakan salah anggota tim pemantau pemilu yang bekerjasama dengan ICW dalam jaringan pemantauan Pemilu yang lalu.

Selain Ronny, yang dilaporkan adalah Jurnalis Tribun News yang bernama Raka F Pujangga. Dia jurnalis yang memberitakan ihwal dugaan politik uang saat Pilpres yang dilakukan oleh Fadli Zon di Semarang lalu.

Keduanya dilaporkan oleh Kuasa Hukum Fadli Zon pada tanggal 7 Juli 2014 yang lalu ke Bareskrim Mabes Polri dengan delik pasal 27 ayat (3) UU ITE serta Pasal Pencemaran Nama Baik (310 dan 311 KUHP). Kini Ronny sudah berstatus sebagai tersangka.

Peneliti ICW Donal Fariz menegaskan kisruh UU ITE seolah tidak pernah habisnya. Setiap waktu selalu ada korban yang berjatuhan dari pasal-pasal karet di UU tersebut. Penegakan hukum selalu tajam ke bawah, dan tumpul ke atas. Inilah ironi dalam penegakan hukum di negara ini.

"Fadli Zon harus mencabut laporan polisi atas pasal Pencemaran Nama Baik dan UU ITE terhadap aktivis antikorupsi, pemantau pemilu dan Jurnalis Tribun News yang disampaikan ke Mabes Polri lalu, ini sangat tidak kooperatif dan kental nuansa politisnya,"ujarnya dalam siaran pers yang diterima Covesia.com, Rabu (05/11/2014).

Dia juga meminta agar kepolisian bertindak adil dan bijaksana dan jangan pernah tersandra dalam kepentingan politik.

Kepolisian agar tidak gegabah dan mau diintervensi untuk kepentingan politik dalam penanganan kasus ini. Polisi juga tidak boleh asal-asal menjadikan seseorang tersangka dan asal-asalan dalam menahan seseorang dalam kasus ITE," jelasnya (des/lif)

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Covesia.com - Vocalis Rolling Stones, Mick Jagger, kembali jadi ayah untuk kedelapan kalinya, Kamis waktu setempat, ketika pacarnya penari balet...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring