Kasus Mutilasi WNI di Hongkong

Dua Korban Tak Dapat Asuransi

| Rabu, 05-11-2014 | 14:34 WIB

Mataram - Dua WNI yang tewas dimutilasi di Hongkong tidak akan mendapatkan asuransi kematian layaknya tenaga kerja Indonesia (TKI). Hal ini dikarenakan keduanya tidak tercatat sebagai TKI.

"Kalau soal itu (asuransi) kemungkinan tidak ada, karena keduanya tidak tercatat sebagai TKI," kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Gatot Abdullah Mansyur di Mataram, Rabu (5/11/2014).

Meski kedua WNI Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena alias Seneng Mujiasih ini, tidak mendapat asuransi kematian, pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri akan berusaha mencarikan solusi agar keluarga kedua WNI tersebut mendapat bantuan.

Gatot menambahkan, selain tidak tercatat sebagai TKI, kedua WNI itu masuk ke Hong Kong hanya berbekal visa kunjungan, walaupun pernah menjadi TKW.

"Dari hasil penulusuran kami, Sumarti Ningsih ini masuk ke Hongkong melalui visa sosial budaya. Sedangkan Lorena alias Seneng Mujiasih ini mantan TKI, namun sudah habis masa kerjanya atau masa izin tinggalnya sudah habis (over stay)," kata Gatot.

Selain itu, berdasarkan data dan fakta yang berhasil dihimpun pihaknya, kedua WNI ini diketahui telah melanggar undang-undang keimigrasian baik yang berlaku di Hong Kong maupun Indonesia. (ant/ary)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto 'The Last Jedi', Seri Selanjutnya dari 'Star Wars'

'The Last Jedi', Seri Selanjutnya dari 'Star Wars'

Covesia.com - Disney, Senin (23/1/2017) waktu Amerika Serikat, membeberkan seri selanjutnya film Star Wars yakni 'The Last Jedi.'Judul film yang...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring