Keluarga Berharap TKW Korban Mutilasi di Hongkong Segera Dipulangkan

| Rabu, 05-11-2014 | 10:25 WIB
Keluarga Berharap TKW Korban Mutilasi di Hongkong Segera Dipulangkan
Foto: Antara

Cilacap - Achmad Kaliman mengharapkan jenazah anaknya, Sumarti Ningsih (23), tenaga kerja wanita (TKW) yang menjadi korban mutilasi di Hong Kong, segera dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Saat ditemui wartawan di rumahnya, Grumbul Banaran RT 02 RW 05, Desa Gandrungmangu, Kecamatan Gandrungmangu, Cilacap, Senin malam, Achmad Kaliman (58) mengatakan bahwa Sumarti Ningsih merupakan anak ketiga dari empat bersaudara buah pernikahannya dengan Suratmi (49).

"Saya baru mendapat kabar tentang kematian Sumarti dari anggota kepolisian yang datang ke rumah tadi sekitar pukul 17.00 WIB," katanya.

Tidak lama kemudian, kata dia, agen tenaga kerja Indonesia di Hong Kong menelepon guna mengabarkan jika Sumarti sudah meninggal dunia dan saat ini masih dalam proses penyidikan oleh kepolisian setempat.

Dia pun segera memastikan kabar meninggalnya Sumarti kepada salah seorang kerabat yang bekerja di Hong Kong, yakni Jumiati.

"Dari Jumati itulah kami dapat kepastian jika Sumarti telah meninggal dunia," katanya.

Menurut dia, Jumiati mengabarkan jika usai bekerja di restoran langsung pergi ke rumah kontrakan Sumarti dan bertemu dengan seorang warga negara Inggris yang konon merupakan seorang bankir.

"Jumiati bertanya 'di mana adikku', lalu orang itu mengatakan bahwa Sumarti bersama seorang temannya telah dibunuh dan jasadnya dibuang ke pantai," kata Kaliman menirukan ucapan Jumiati.

Oleh karena itu, kata dia, Jumiati segera lapor polisi hingga akhirnya jasad Sumarti ditemukan di rumah orang tersebut.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Sumarti yang lahir di Bungo Tebo, Jambi, pada tanggal 22 April 1991, berangkat ke Hong Kong untuk pertama kalinya pada tahun 2011 sebagai pembantu rumah tangga melalui PT Arafah Bintang Perkasa Cabang Cilacap.

Setelah dua tahun delapan bulan bekerja, kata dia, Sumarti kembali ke Gandrungmangu dan selanjutnya kursus "Disc Jockey' (DJ) di Yogyakarta hingga mendapatkan sertifikat "Basic DJ Mixing Course" dengan nilai baik. (ant/lif)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Pembunuhan WNI di Hongkong

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Covesia.com - Penyanyi pop Lady Gaga mengungkapkan perjuangannya melawan gangguan kecemasan pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD),...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring