Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Utari Dwi Rahma S | Kamis, 20-10-2016 | 12:17 WIB
Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom Josua Pardede (foto: Linked)

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak 13 paket kebijakan ekonomi telah dikeluarkan keduanya untuk mengentaskan permasalahan ekonomi di Indonesia.

Salah satu kebijakan disektor ekonomi yang dinilai berhasil oleh banyak pihak adalah program Tax Amnesty (Amnesti pajak). Program pengampunan pajak jilid pertama tersebut sejauh ini telah mengumpulkan dana Rp97 trilun.

Ekonom Josua Pardede membenarkan adanya pergerakan positif perekonomian Indonesia selama dipimpin oleh Jokowi-JK. Namun demikian lulusan the University of Amsterdam ini menegaskan masih ada sejumlah catatan yang harus diperbaikin Jokowi-JK dalam memajukan sektor ekonomi di Indonesia.

Wartawan Covesia.com, Utari D Rahma Sasmita berkesempatan melakukan wawancara ekslusif dengan Josua Pardede. Berikut petikan wawancaranya.

Menurut Anda Bagaimana Kinerja Jokowi-JK di sektor ekonomi selama dua tahun menjabat?

Jika dilihat dari indikator ekonomi makro cukup positif pergerakannya. Kemisikina menurun dimana Maret 2014 angkanya 11 persen namun Maret tahun ini 10,58 persen. Lalu tingkat ketimpangan antara kaya dan miskin juga menurun, angka pengangguran menurun dari 5,81 persen Februari 2015 menjadi 5,5 persen tahun ini, pertumbuhan ekonomi juga mulai membaik dan terkhir inflasi juga menurun apalagi setelah pemerintah putuskan pangkas subsidi energi yang selama ini penyumbang inflasi tertinggi. Hasil pemangkasan ini pemerintah limpahkan ke sektor yang lebih produktif, ini cukup baik.

Jika melihat dari pergerakan positif ini, apakah bisa dikatakan bahwa pemerintahan Jokowi-JK cukup berhasil dalam sektor Ekonomi?

Pemerintahan Jokowi-JK disektor ekonomi bisa dikatan cukup berhasil namun masih memiliki sejumlah catatan. Sebagai contoh pengangguran memang menurun namun angka ini tidak siknifikan sehingga pemerintah diharapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan seperti mengadakan program padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja. Sehingga secara otomatis kondisi ini meningkatkan kosumsi masyarakat.

Kemudian kita lihat kebijakan pemerintah sepertinya berfokus pada perbaikan infrastruktur dan ini cukup baik, cuma saya lihat pembangunan ini belum terintegrasi. Sebagai contoh, Dinas PU (Pekerjaan Umum) bangun waduk dan ini bagus untuk sektor pertanian namun kondisi ini belum optimal akibat belum adanya sarana irigasi. Kemudian lagi pembangunan pelabuhan namun akses menuju pelabuhan tersebut masih sulit. Ini yang harus dipertimbangkan laginext

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Ekonomi dan Bisnis

Komentar

Berita Lainnya

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Menutup Aurat Bikin Risty Tagor Nyaman sebagai Perempuan

Menutup Aurat Bikin Risty Tagor Nyaman sebagai Perempuan

Covesia.com - Menutup aurat dengan busana syar'i diakui Risty Tagor membuatnya merasa semakin nyaman dan terlindungi sebagai seorang perempuan.Selain...

Wawancara

Foto Wiranto Usulkan Pembentukan Satgas Proapo untuk Tangkal Berita Hoax

Wiranto Usulkan Pembentukan Satgas Proapo untuk Tangkal Berita Hoax

Covesia.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas)...

Website Monitoring