Royalti Batu Bara Barito Utara Rp74,6 Miliar

| Rabu, 05-11-2014 | 09:43 WIB

Muara Teweh - Realisasi penerimaan dana perimbangan dari royalti dan iuran tetap tambang batu bara di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, sampai September 2014 mencapai Rp74,6 miliar atau 153,8 persen dari target Rp48,5 miliar.

"Dana tersebut merupakan penerimaan bagi hasil bukan pajak dari pemerintah pusat," kata Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Barito Utara Rini Hastuti di Muara Teweh, Rabu (5/11/2014).

Penerimaan tersebut merupakan hasil pembayaran kewajiban sejumlah investor tambang batu bara pemegang izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) dan izin usaha pertambangan (IUP) di kabupaten pedalaman Sungai Barito.

Hingga triwulan ketiga, royalti (iuran eksplorasi dan eksploitasi batu bara) sebesar Rp33,8 miliar (76,37 persen) dari target Rp44,3 miliar dan iuran tetap (land rent) Rp40,7 miliar (971,83 persen) dari rencana Rp4,1 miliar.

"Kami hanya menerima dana bagi hasil pajak itu sekitar 64 persen dari pemerintah pusat, sedangkan perusahaan mana saja yang membayar tidak tahu," katanya.

Kepala Bidang Pengawasan Tambang Dinas Pertambangan dan Energi Barut Sarifudin menyebutkan jumlah investor tambang batu bara yang sudah memasuki tahap eksplorasi dan eksploitasi di daerah ini masing-masing puluhan perusahaan.

"Namun, dari puluhan investor yang telah memasuki tahap eksploitasi hanya sekitar 13 yang sudah produksi," katanya.

Hasil produksi tambang batu bara yang dieksploitasi sejumlah perusahaan pertambangan periode Januari--September 2014 mencapai 3,25 juta metrik ton. Tiga jutaan ton batu bara itu diangkut menggunakan tongkang melalui Sungai Barito yang merupakan sarana utama transportasi hasil sumber daya alam sejumlah kabupaten di pedalaman Kalteng.

Sarifudin menyebutkan sejumlah perusahaan itu wajib membayar royalti kepada pemerintah dengan perhitungan kualitas kalori batu bara di bawah 5.100 kilo kalori dikenai 3 persen dari harga jual.

Kemudian, antara 5.100 dan 6.100 kilo kalori dikenai 5 persen dari harga jual dan di atas 6.100 kilo kalori membayar royalti 7 persen dari harga jual.

Untuk "land rent", seluruh investor yang telah memasuki tahap ekspolitasi tahun pertama dikenai Rp2.000,00/hektare, tahun kedua Rp2.500,00/hektare, tahun ketiga Rp3.000,00/hektare, dan tahap eksploitasi pertama (30 tahun) Rp15.000,00/haktare. (ant)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Menutup Aurat Bikin Risty Tagor Nyaman sebagai Perempuan

Menutup Aurat Bikin Risty Tagor Nyaman sebagai Perempuan

Covesia.com - Menutup aurat dengan busana syar'i diakui Risty Tagor membuatnya merasa semakin nyaman dan terlindungi sebagai seorang perempuan.Selain...

Ikuti Akun Facebook Covesia.com

Wawancara

Foto Wiranto Usulkan Pembentukan Satgas Proapo untuk Tangkal Berita Hoax

Wiranto Usulkan Pembentukan Satgas Proapo untuk Tangkal Berita Hoax

Covesia.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas)...

Website Monitoring