Kongres Kebudayaan Maluku di Meriahkan Pameran Foto

| Rabu, 05-11-2014 | 01:51 WIB

Ambon - Kongres Kebudayaan Maluku I yang berlangsung di Ambon pada ,3-6 November 2014 mendatang, akan dimeriahkan dengan penampilan-penampilan menarik dan unik. Sebanyak 50 foto tunggal dan tujuh foto cerita akan dipamerkan untuk memeriahkan Kongres Kebudayaan Maluku I tersebut.

Demikian disampaikan, Koordinator pameran Panitia Kongres Kebudayaan Maluku, Embong Salampessy, di Ambon, Selasa (4/11/2014). Menurutnya, puluhan foto tunggal dan foto cerita tersebut merupakan hasil karya para fotografer yang mengabadikan berbagai kegiatan budaya di berbagai daerah di Maluku.

"Hasil karya para fotografer yang dipamerkan lebih banyak menceritakan tentang tradisi dan budaya yang masih dianut dan berkembang di tengah masyarakat Maluku," ujarnya.

Pameran foto tersebut, kata Embong, guna memperkenalkan berbagai tradisi dan budaya tradisional yang hingga saat ini masih berkembang dan dianut masyarakat di Maluku.

Menurutnya, kondisi geografis Maluku yang terdiri dari ribuan pulau dan belum didukung transportasi memadai dan layak, menyebabkan banyak tradisi dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat tidak diketahui oleh masyarakat baik di Maluku maupun di luar provinsi.

"Karena itu kami memanfaatkan kesempatan pameran ini untuk lebih memperkenalkan berbagai tradisi dan budaya yang hingga saat ini masih dilakukan masyarakat, agar diketahui banyak pihak," jelasnya.

Khusus menyangkut foto cerita, merupakan foto kolase dari rangkaian sebuah ritual atau tradisi yang digelar masyarakat, sehingga lebih memudahkan masyarakat memahami dan mengerti akan tradisi tersebut.

Ia juga mencontohkan kolase foto tradisi adat dan budaya "Maatenu" di Negeri Pelauw, Pulau Haruku Maluku Tengah, menggambarkan unsur kekebalan tubuh masyarakat setempat terhadap berbagai benda tajam. Budaya tersebut digelar setiap empat tahun sekali. Kolase foto "sasi Lompa" atau ritual menangkap ikan lompa (Trisina baelama; sejenis ikan sardin kecil) di Pulau Haruku, sebagai bukti keberhasilan pelestarian kawasan hutan dan laut melalui adat "sasi" (larangan mengambil hasil kebun, laut dan pertanian sebelum waktu panen).

Begitu pun rangkaian foto tradisi budaya "cuci Negeri" di desa Soya, Kota Ambon yang menceritakan tentang tata cara dan ritual warga setempat menyucikan diri dan kampung mereka dari berbagai petaka menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Embong Salampessy berharap, melalui pameran foto tersebut, semakin banyak orang termasuk wisatawan dalam dan luar negeri tertarik untuk menyaksikan, mengabadikan serta mempelajari berbagai prosesi adat, tradisi dan budaya yang dilakukan masyarakat di 11 kabupaten/kota di Maluku di masa mendatang.

Mudah-mudahan dengan pertimbangan itu, mereka bisa menjadikan daerah kami sebagai salah satu referensi kunjungan mereka ke nusantara, tukasnya.(ant/jmb)

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Moana Masih Kuasai Puncak Box Office

Moana Masih Kuasai Puncak Box Office

Covesia.com - Moana masih menguasai puncak box office Amerika Serikat dua minggu berturut-turut, dengan meraup 28,4 juta dolar AS pada akhir pekan,...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring