PBB Kutuk Aksi Kekerasan Yang Tewaskan 8 Pengungsi di Kamp Kenya

| Rabu, 05-11-2014 | 00:57 WIB

Jenewa -Banyaknya korban jiwa yang berjatuhan dalam pengungsian dibarat laut Kenya, membuat badan pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa geram.Mereka kembali menyuarakan peringatan alarm pada tindakan kekerasan serta kepada mereka yang mengamuk di kompleks pengungsian, yang telah menyebabkan delapan orang tewas dalam sepekan terakhir.

Kekerasan di kamp-kamp Kakuma itu dipicu oleh laporan percobaan pemerkosaan terhadap gadis muda pengungsi Selasa lalu yang telah merenggut nyawa delapan pengungsi dari Burundi, Republik Demokratik Kongo dan Sudan Selatan, kata UNHCR.

Badan ini "sangat terganggu oleh apa yang telah terjadi selama beberapa hari terakhir itu," ujar Juru bicara Adrian Edwards kepada wartawan.

Laporan dari percobaan perkosaan di kamp-kamp yang penuh sesak, yang adalah rumah bagi sekitar 180.000 pengungsi dari lebih 20 negara, telah memicu pertempuran antara kelompok-kelompok pemuda Sudan Selatan yang bersaingan, di mana satu orang tewas.

Para personil keamanan Kenya telah bergerak untuk membawa situasi di bawah kendali, tetapi kekerasan meletus lagi pada akhir pekan ketika seorang anak tertabrak ojek, ungkap Edwards.

Pengungsi Burundi mengendarai sepeda motor itu diserang dan menderita luka parang di kepala dan lengan, sementara beberapa pengungsi lainnya terluka, katanya.

"Takut kekerasan terjadi lagi para pengungsi di daerah bencana diminta untuk memindahkan keluarga mereka ke pos polisi terdekat," kata Edwards.

Polisi Kenya telah meningkatkan pengamanan, terutama di Kakuma 4 di mana sebagian besar masalah terjadi, membuat beberapa penangkapan dan senjata disita, termasuk parang.

Tetapi situasi memburuk lagi pada Senin pagi, ketika empat pengungsi lainnya tewas, sehingga jumlah orang yang tewas selama sepekan lalu menjadi delapan.

"Bersama-sama dengan pemerintah Kenya, kami terus bekerja dengan pengungsi untuk memulihkan ketenangan, dan menarik untuk hidup berdampingan secara tenang dan damai di antara semua masyarakat di kamp," harapnya.(ant/jmb)

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Innalillahi, Oon Project Pop Tutup Usia

Innalillahi, Oon Project Pop Tutup Usia

Covesia.com - Mochamad Fachroni, personel grup Project Pop yang dikenal dengan nama Oon, meninggal dunia pada Jumat, setelah lama menderita...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring