Pejabat Pelestina: Rencana Pemukiman Israel Tamparan di Wajah AS

| Selasa, 04-11-2014 | 18:39 WIB

Yerusalem - Rencana Israel membangun sekitar 500 rumah baru bagi pemukim Yahudi di daerah jajahan Jerusalem timur adalah tamparan di wajah Amerika Serikat dan masyarakat dunia, kata pejabat tinggi Palestina. Israel menyetujui pembangunan rumah itu pada Senin saat kepala perunding Palestina Saeb Erakat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry di negara adidaya itu, kata pengawas permukiman Peace Now. "Dengan keadaan di daerah jajahan Jerusalem pada titik didih, pengumuman pemukiman terkini Israel itu adalah tamparan di wajah Kerry, ke masyarakat dunia, rakyat Palestina, dan perdamaian," kata Erakat dalam pernyataan pada Senin malam (3/11/2014).

Amerika Serikat dan masyarakat dunia mengutuk rencana berulang untuk rumah pemukim baru di Jerusalem timur, yang Palestina inginkan menjadi ibukota negara masa depan mereka. Israel menganggap seluruh Jerusalem sebagai ibukota tak terpisahkannya. Israel merebut wilayah timur kota itu pada 1967 dan kemudian mencaploknya, dalam langkah tidak pernah diakui masyarakat dunia.

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bertekad, pada 27 Oktober membangun lebih dari 1.000 rumah pemukim baru. Pembangunan permukiman Yahudi di Jerusalem timur dan wilayah jajahan Tepi Barat berulang kali merusak pembicaraan perdamaian, dengan yang terakhir pada April ketika sembilan bulan perundingan berpenengah Amerika Serikat rusak. "Pesan itu sangat jelas," kata Erakat, "Pemerintah Netanyahu memilih pemukiman daripada perundingan, penjajahan daripada penyelesaian dua-negara, dan apartheid daripada kesetaraan dan hidup berdampingan," tambahnya.

Dengan ketiadaan perundingan, yang beberapa dasawarsa gagal membawa perdamaian, Palestina mencari penyelesaian Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan memberikan tenggat dua tahun bagi Israel untuk mengakhiri pendudukannya atas wilayah Palestina. Amerika Serikat menyatakan "sangat menyayangkan" persetujuan Israel atas 500 rumah baru di Jerusalem Timur di tengah ketegangan di sana.

"Sangat disayangkan bahwa pada saat yang genting ini, Israel memutuskan menyetujui rencana pembangunan di permukiman Ramat Shlomo di Jerusalem Timurlaut, meskipun ada penentangan Amerika Serikat dan negara lain," kata wanita juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Jennifer Psaki kepada wartawan dalam taklimat harian. (ant/cal)

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Covesia.com - Lebih dari sepekan mengaku kelelahan karena "krisis spiritual", rapper Kanye West masih terbaring di sebuah rumah sakit di Los Angeles...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring