Pemerintah akan Bangun Pembangkit Listrik 35.000 MW

| Selasa, 04-11-2014 | 17:44 WIB

Jakarta - Untuk menutupi kebutuhan listrik yang masih kurang, Pemerintah berencana membangun pembangkit listrik berkapasitas 35.000 Megawatt (MW) selama lima tahun ke depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said saat konferensi pers "Perkembangan Program-Program Sektor Ketenagalistrikan" di Jakarta, Selasa (4/11/2014), menjelaskan, rencana tersebut bukan proyek kecil.

Di samping mengejar ketertinggalan, (angka) itu agregat yang bisa menopang target-target pertumbuhan ekonomi. "Untuk itu, pemerintah akan membuka banyak investasi terhadap negara manapun untuk merampungkan proyek tersebut," kata Sudirman.

Dia juga menjamin akan membuat peraturan yang memudahkan investor, termasuk perizinan. "Agar investor 'betah' untuk menyelesaikan persoalan masyarakat ini," ujarnya.

Sudirman menambahkan pertumbuhan target tersebut merupakan gabungan antara target-target lama yang belum tercapai dengan target baru. "Gabungan yang sudah ada karena pertumbuhan kita normal saja, enggak sampai sangat tinggi," ucapnya. Namun, dia belum merinci mekanisme pembagian proyek pembangunan yang akan dilakukan BUMN maupun swasta.

Sudirman menjelaskan pihaknya telah membicarakan dengan PT PLN terkait pembangunan proyek tersebut, seperti pembebasan lahan, perizinan, kapasitas kontraktor dan kapasitas riil dari pelaku bisnis.

"Harus ditinjau lagi karena kontrak-kontrak yang diberikan tidak maju danakan kembali membahas pada Sabtu ini. Minggu depan sudah ada rumusan-rumusan untuk ke depannya," tuturnya.

Menurut dia, jika tidak diatur dengan segera, maka akan mengalami krisis listrik karena ada celah antara kebutuhan pertumbuhan listrik dan kapasitas membangun pembangkit.

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian ESDM Jarman mengatakan tambahan kapasitas 35.000 MW selama lima tahun untuk menutupi kebutuhan listrik dari total 50.000 gigawatt.

Ke depannya, lanjut Jarman, bisa lebih tinggi tergantung kondisi dan kebutuhan nanti. "Kalau ekonominya lebih tinggi, itu kan harus dipilah-pilah lagi," tambahnya.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji, saat ditemui usai rapat dengan Menteri ESDM, mengatakan pihaknya siap membangun 15.000 MW, selebihnya 20.000 MW akan dibangun oleh pembangkit listrik swasta atau "Independen Power Producer" (IPP).

"Itu masih bisa berubah, bukan angka mati, masih hitungan kasar. Kalau sewaktu-waktu berubah ya bisa saja," tandasnya.

Nur menyebutkan biaya pembangunan pembangkit listrik sekitar 1,5 juta per dolar AS per MW. Adapun biaya transmisi berkisar dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp10 triliun.

Nur menyebutkan porsi proyek yang akan dimulai pada 2015 itu akan diprioritaskan PLTU and PLTG. Dia mengatakan yang menjadi masih menjadi kendala, yakni pembebasan lahan, regulasi, kemampuan finansial pengembang dan "rent seeking" (mafia pemburu sewa). (ant/bim)

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Covesia.com - Lebih dari sepekan mengaku kelelahan karena "krisis spiritual", rapper Kanye West masih terbaring di sebuah rumah sakit di Los Angeles...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring