Upaya Meloloskan Kembali Pilkada Langsung

Pembahasan Pilkada oleh Mendagri-Gubernur Tidak Tepat

| Selasa, 04-11-2014 | 12:10 WIB

Kupang - Rencana Menteri Dalam Negeri, Cahyo Kumolo bersama para gubernur membahas pelaksanaan pilkada langsung dinilai sebagai langkah yang tidak tepat. Pendapat itu disampaikan Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Dr. Norbert Jegalus, MA di Kupang, Selasa (4/11/2014).

"Pendekatan birokrasi pemerintahan seperti ini tidak menentukan, meski para gubernur sebagai kepala daerah yang berkepentingan langsung dengan pilkada," kata Norbert Jegalus terkait rencana Menteri Dalam Negeri mengumpulkan seluruh kepala daerah untuk meloloskan kembali pilkada langsung.

Menurut dia, langkah yang sangat menentukan apakah pelaksanaan pilkada langsung atau kembali ke DPRD adalah tetap menggunakan pendekatan secara demokratis. Artinya, rakyat dan berbagai komponen masyarakat sebagai salah satu kekuatan "civil society" dan partai politik sebagai kekuatan "political society" yang akan menentukan masa depan demokrasi bangsa ini, kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik Unwira ini.

Dia meyakini, demokrasi "in sensu stricto" atau dalam arti tegas sebagai kedaulatan rakyat tetap menang. "Jadi saya lebih setuju menggunakan pendekatan demokrasi ketimbang pendekatan birokrasi-pemerintahan dalam menyelesaikan masalah pilkada," katanya.

Pandangan berbeda disampaikan Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Dr. Johanes Tuba Helan yang berpendapat, mendukung rencana Menteri Dalam Negeri Cahyo Kumolo bersama para kepala daerah yang membahas pelaksanaan pilkada langsung.

"Saya sangat mendukung karena merupakan langkah bagus untuk menekan DPR yang akan membahas Perppu Pilkada pada awal 2015," kata Johanes Tuba Helan.

Menurut dia, langkah Mendagri mengundang para kepala daerah untuk membahas pelaksanaan pilkada langsung, patut didukung karena bangsa ini tidak boleh lagi mundur ke belakang dalam berdemokrasi.

"Kita sudah dengan susah payah membangun demokrasi langsung, mengapa harus mundur lagi," kata mantan Ketua Ombudsman Perwakilan NTB-NTT itu. (ant/bim)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Covesia.com - Penyanyi pop Lady Gaga mengungkapkan perjuangannya melawan gangguan kecemasan pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD),...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring