Komitmen Tuntaskan Persoalan Klasik TKI Ilegal

Ampuh Redam Ketegangan Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia

| Selasa, 04-11-2014 | 01:52 WIB

Kuala Lumpur - Komitmen yang kuat untuk memperkokoh kerjasama bilateral yang telah lama terjalin, dibutuhkan oleh Negara Indonesia dan Malaysia dalam menyelesaikan permasalahan pekerja tanpa izin (TKI ilegal).

Melalui penegakan peraturan secara tegas dan efektif sehingga menimbulkan efek jera terhadap mereka yang melanggar undang-undang ketenagakerjaan yang telah disepakati oleh kedua negara.

"Dengan adanya komitmen bersama tersebut, maka masalah pekerja ilegal tersebut bisa diselesaikan secara efektif," kata Wakil Duta Besar Republik Indonesia, Hermono kepada Antara yang dilansir oleh covesia.com di Kuala Lumpur, Senin (3/11/2014).

Menurutnya, masalah pekerja ilegal ini tidak bisa dilakukan sendiri, tapi harus dilakukan secara benar oleh kedua belah pihak.
"Penegakan hukum yang efektif harus dilakukan. Kepada mereka yang melanggar harus ditindak mulai dari pekerja, majikan ataupun pihak melakukan praktek tidak sesuai prosedur pengiriman tenaga kerja," ungkapnya.

Saat ini,menurut Hermono, pemerintah Indonesia berupaya agar pengiriman tenaga kerja Indonesia ke luar negeri sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang disetujui kedua belah pihak di bidang ketenagakerjaan.Salah satunya adalah meningkatkan kewaspadaan dalam penerbitan paspor RI kepada warga negara Indonesia sebagai dokumen resmi untuk pergi ke luar negeri.

Upaya tersebut dilakukan melalui surat edaran Direktur Jenderal Imigrasi nomor IMI- 1562.gr.01.01 tentang kewaspadaan

dalam penerbitan paspor yang telah diberlakukan pada September lalu.Dalam surat edaran tersebut, pihak imigrasi dapat menolak setiap

pemohon paspor RI yang terindikasi/ada dugaan akan bekerja di luar negeri tanpa dilengkapi dengan persyaratan yang ditentukan.

Surat edaran itu menyebutkan bahwa setiap penerbitan paspor RI dengan tujuan bekerja di luar negeri supaya dilengkapi dengan rekomendasi

Departemen Tenaga Kerja atau Kepala Dinas Tenaga Kerja setempat.

Dalam permohonan paspor tersebut, para pemohon agar mencantumkan negara tujuan bekerja, nama dan alamat perwakilan PJTKI atau mitranya di negara tujuan TKI bekerja pada halaman paspor calon TKI.

Hermono mengatakan, pihak KBRI Kuala Lumpur memberikan apresiasi positif atas surat edaran tersebut dan berharap menjadi solusi permasalahan TKI yang tidak memiliki izin kerja di negara ini.

"Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi permasalahan pekerja ilegal asal Indonesia terutama yang datang ke Malaysia untuk bekerja tapi tidak memiliki izin kerja," ungkapnyanext

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Covesia.com - Penyanyi pop Lady Gaga mengungkapkan perjuangannya melawan gangguan kecemasan pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD),...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring