Jelang Habis Kontrak Chevron

DPRD Riau Geregetan Riau Petroleum Belum Bekerja

| Senin, 03-11-2014 | 23:41 WIB

Pekanbaru - Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau menyayangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk mengelola ladang minyak Blok Siak, Riau Petroleum belum mempunyai persiapan untuk bekerja menjelang habisnya kontrak PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di lokasi itu,pada 27 November mendatang.

"Chevron telah menyerahkan pengelolaan Blok Siak ke Pertamina kemudian diberikan ke Riau Petroleum, namun sampai saat ini belum ada titik terangnya dalam melakukan tugas yang diberikan. Kita ingin agar kesempatan ini jangan disia-siakan,"ungkap Ketua Komisi D DPRD Riau, Erizal Muluk di Pekanbaru, Senin (3/11/1014).

Menurutnya, hal ini juga kan menimbulkan keraguan di pemerintah pusat untuk memberikan kesempatan lainnya seperti Blok Rokan yang juga akan habis kontraknya tujuh tahun lagi. Jika pada 27 November nanti tidak juga bekerja, yang rugi tidak hanya Riau saja, tapi juga Indonesia karena produksi terhenti.

"Kita akan memanggil dinas terkait dan direksi Riau Petroleum untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah provinsi. Bisa saja nanti merekomendasaikan direktur diganti jika tidak ada juga tindakan," ujarnya.

Dia mengatakan, Riau Petroleum telah mendapatkan perintah mengelola Blok Siak sejak 18 Agustus 2014. Sementara CPI sendiri telah memperpanjang pengelolaan selama 2x6 bulan sejak 27 November 2013 menunggu persiapan yang akan melanjutkan ladang minyak dengan produksi dua ribu perbarrel itu.

Hal tersebut disampaikan Erizal ketika menerima aspirasi dari Forum Minyak Riau yang diketuai Syamsuhar yang meminta kepada DPRD Riau untuk merekomendasikan perombakan direksi Riau Petroleum.

"Segera rombak manajemennya, kita perhatikan sejak enam bulan sampai sekarang tidak ada tindakannya. Kami lewat Siak Golf setiap hari, kita prihatin jika ini dibiarkan terus. Jika tidak ada yang lain, kita sanggup mengelolanya. Kami punya tenaga S2 dan S3 serta berpengalaman paling kurang 25 tahun. Untuk mengurusnya 50 orang cukup, kami bahkan punya ratusan," terang Syamsuhar.

Ditanyakan apakah ada sponsor tertentu untuk menuntut hal itu, dia membantahnya karena ini murni dilakukan atas dasar keprihatinan tidak dimanfaatkannya Sumber Daya Alam Riau secara maksimal selama ini,tukuknya.(ant/jmb)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Covesia.com - Vocalis Rolling Stones, Mick Jagger, kembali jadi ayah untuk kedelapan kalinya, Kamis waktu setempat, ketika pacarnya penari balet...

Ikuti Akun Facebook Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring