Hebat! Tiongkok Bentuk Lembaga Anti Korupsi Baru

| Senin, 03-11-2014 | 12:22 WIB

Beijing - Tiongkok akan membentuk biro antikorupsi baru di bawah kejaksaan agung, kata seorang pejabat Tiongkok seperti dilaporkan Reuters yang dikutip Antara dan dilansir Covesia.com. Langkah ini adalah upaya merampingkan kampanye yang agresif dalam melawan korupsi.

Presiden Xi Jinping melancarkan langkah cepat memerangi korupsi sejak berkuasa dua tahun lalu.

Salah seorang dari mantan perwira militer paling senior Tiongkok, Xu Caihou, dan mantan kepala keamanan dalam negeri Zhou Yongkang adalah beberapa orang yang diciduk karena perkara korupsi.

Struktur keorganisasian yang lemah dan terbatasnya staf telah menghambat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus korupsi, kata Qiu Xueqiang, deputi prokurator jenderal pada Prokuratorat Tertinggi Rakyat (SPP atau Kejaksaan Agung) kepada kantor berita Xinhua.

Partai Komunis telah menyetujui pembentukan lembaga antikorupsi baru di bawah kendati kejaksaan untuk menutup kelemahan-kelemahan yang ada, kata Qiu.

"Kami akan memperlakukan ini sebagai peluang untuk berjuang menjadikan lembaga antikorupsi sebagai lembaga yang cerdas, sangat efektif dan terspesialisasi dengan ciri-ciri istimewa dalam penyelidikan Tiongkok yang memiliki kekuatan, deterensi dan kredibilitas yang tangguh," sambung dia (ant/lif)

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Selain Sebut Pernah Diperkosa, Lady Gaga Juga Ungkap Pernah Alami Gangguan Mental

Covesia.com - Penyanyi pop Lady Gaga mengungkapkan perjuangannya melawan gangguan kecemasan pascatrauma (post-traumatic stress disorder/PTSD),...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring