Oknum Pegawai Dinas DKP Perkosa Istri Anak Tiri

| Jumat, 31-10-2014 | 17:55 WIB

Padang - Oknum Pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, berinisial TM (49) dilaporkan ke Polres Kota Bukittinggi,Selasa(28 /10/ 2014). Ia dilaporkan dengan dugaan melakukan tindak pidana pemerkosaan dan pengancaman kepada korban SEP (25).

Korban SEP mengaku dirinya telah diperkosa oleh TM (49) sebanyak 4 kali dibawah ancaman.Akibat kejadian itu, korban masih tampak depresi, karena pelaku mengancam akan membunuh korban dan suaminya.

Kepada covesia, SEP menjelaskan, peristiwa perkosaan itu sendiri terjadi di rumah pelaku yang terletak di Nagari Pakan Pakan Kamih, Kecamatan Kamang, Kabupaten Agam. SEP juga membeberkan Ia mendatangi rumah pelaku, karena pelaku meminta tolong kepadanya untuk mencuci baju di rumah. SEP juga mengakui, pelaku telah lama dikenalnya,karena pelaku juga merupakan bapak tiri dari suaminya, sehingga sulit menolak pekerjaan yang disuruh pelaku terhadap dirinya.

Namun sesampainya di rumah pelaku, ternyata pelaku memiliki niat jahat dan langsung menggiring korban ke dalam kamar. Di dalam kamar, pelaku mengambil pisau, lalu menodongkannya ke korban, sambil memaksa korban untuk membuka seluruh pakaiannya. Di bawah ancaman itu, korban akhirnya menuruti permintaan pelaku dan melayani nafsu bejat pelaku.

SEP juga menuturkan, saat kejadian, ada beberapa orang yang melihatnya masuk rumah pelaku, diantaranya adik istri pelaku, dua orang tukang yang sedang memperbaiki rumah, serta salah seorang tetangga sebelah.

"Sesungguhnya, ini yang keempat kalinya dilakukan oleh pelaku terhadapnya. Sebelumnya, di bawah tekanan saya juga dipaksa untuk melayaninya. Saya juga dituduh telah menghancurkan keluarganya, sehingga istrinya meninggalkan dirinya," ujar SEP, (Jumat 31/10/2014) sore di Sekretariat Bukittinggi Pers Club (BPC).

Dalam kesempatan itu SEP juga mengatakan , setelah melaporkan kasus tindak pidana pemerkosaan itu, dirinya bersama suaminya tidak pernah pulang rumah, dengan alasan takut dibunuh oleh pelaku, sesuai ancaman pembunuhan yang dilakukan pelaku kepada dirinya melalui telepon genggam.

"Beberapa hari ini, kami tinggal di rumah karib kerabat yang lain.Ia juga mengatakan takut pulang kerumah, karena pelaku mengancam untuk membunuh saya," tutur SEP sambil berlinangan air mata membayangkan dirinya yang sudah beberapa kali diancam akan dibunuh oleh pelaku.

Sep juga memperlihatkan pada Wartawan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) bernomor STPL/781/K/X/2014.Res.Bkt.(jtr)

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Kriminal

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Kim Kardashian Setia Dampingi Suami di Rumah Sakit

Covesia.com - Lebih dari sepekan mengaku kelelahan karena "krisis spiritual", rapper Kanye West masih terbaring di sebuah rumah sakit di Los Angeles...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring