Masih Terus Terbakar, Hotspot Kalteng 1.225 dan Sumsel 344

| Minggu, 02-11-2014 | 17:53 WIB

Jakarta - Di saat sebagian wilayah di Aceh dan Sumbar banjir, dan di Karo Sumut disandera oleh erupsi Gunung Sinabung. Di wilayah lain asap akibat pembakaran hutan dan lahan masih ada.

"Hotspot di Kalteng dan Sumsel meningkat lagi. Berdasarkan pantauan satelit Terra dan Aqua pada Minggu (2-11-2014) pukul 05.00 Wib, hotspot di Kalteng 1.225, Sumsel 344, Kalbar 203, Kaltim 32, dan Lampung 20. Di Palembang, jarak pandang 400 meter pada pukul 06.00 Wib dan 800 meter pada pukul 08.00 Wib" kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Minggu (2/11).

Sedangkan 344 hotspot di Sumsel, lanjut Sutopo, terkonsentrasi di Okan Komering Ilir (OKI) 320. Artinya 93% berada di OKI. Sudah sejak 2 bulan, OKI adalah sumber kebakaran di Sumsel yang menyuplai asap ke Palembang hingga ke Jambi dan Riau.

"Di Kalteng, dari 1.225 hotspot tersebar di Kotawaringin Timur 276, Seruyan 273, Pulang Pisau 232, Kotawaringin Barat 125, Katingan 123, dan daerah lainnya. 99 persen penyebab karhutla adalah disengaja" jelas Sutopo.

Bahkan di hutan pun juga dibakar, seperti di Suaka Margasatwa Padang Sugihan Sumsel ada 11 hotspot, dan Taman Nasional Tanjung Putting Kalteng 1 hotspot. Modusnya adalah alasan ekonomi karena pembakaran lebih murah. (gus/lif)

Komentar

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Sumbar Terkini

Hiburan

Foto Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Mick Jagger Miliki Anak ke-8 di Usia 73 Tahun

Covesia.com - Vocalis Rolling Stones, Mick Jagger, kembali jadi ayah untuk kedelapan kalinya, Kamis waktu setempat, ketika pacarnya penari balet...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring