Krisis Politik di Libya, Pasukan Pro Pemerintah Kembali Rebut Kota Benghazi

| Minggu, 02-11-2014 | 14:19 WIB

Benghazi, Libya - Pasukan yang pro-pemerintah Libya merebut kembali daerah-daerah kota Benghazi, termasuk pangkalan-pangkalan militer, kata sumber-sumber militer sementara pihak medis melaporkan belasan orang tewas dalam pertempuran itu.

Serangan yang didukung pemerintah yang baru berusia dua pekan itu kini menewaskan 254 orang, kata sumber-sumber medis seperti diberitakan AFP dan dikutip Antara yang dilansir Covesia.com, Minggu (02/1102014).

Setidaknya 36 orang tewas pada Jumat dan Sabtu, ketika pasukan yang setia pada mantan jenderal Khalifa Haftar dan tentara reguler menyerang milisi Islam di Benghazi Timur dan Selatan.

Pasukan pro-pemerintah merebut kembali posisi-posisi militer yang kelompok milisi Islam termasuk yang berhaluan keras Ansar al-Sharia rebut Juli lalu, kata sumber-sumber militer.

Seorang juru bicara pasukan khusus Libya mengatakan kesatuan itu menguasai kembali markas besarnya di jalan menuju bandara Benghazi, di daerah Bouatni tenggara kota itu.

Juru bicara staf umum Angkatan Bersenjata Kolonel Ahmed al-Mesmari mengatakan seluruh daerah timur Benghazi kini kembali berada di bawah kekuasaan pasukan pemerintah, sementara pasukan pro-pemerintah sedang bergerak ke selatan kota itu. (ant/lif)

Komentar

Baca juga

Video

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Curhatan Pilu Ibu Kandung Zahara Putri Adopsi Angelina Jolie-Brad Pitt dari Ethiopia

Curhatan Pilu Ibu Kandung Zahara Putri Adopsi Angelina Jolie-Brad Pitt dari Ethiopia

Covesia.com - Dunia hiburan sempat dihebohkan dengan berita perceraian artis cantik Angelina Jolie dengan aktor tampa Brad Pit beberapa waktu lalu....

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring