Ini Pendapat PBNU Terkait Rencana Pemerintah Menaikkan Harga BBM

| Minggu, 02-11-2014 | 13:47 WIB

Jakarta - Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) banyak menuai protes, dan tidak sedikit pula yang menudukungnya. Seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menegaskan pemerintah lebih baik menaikkan harga BBM agar subsidi yang selama ini bisa dialihkan untuk kepentingan masyarakat.

"Subsidi BBM sangat berat membebani APBN, lebih baik subsidi dialihkan untuk hal produktif dan tepat sasaran," kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj usai penutupan Munas dan Konbes NU di Jakarta yang dilansir Covesia.com, Minggu (02/11/2014).

Menurut Said Aqil, anggaran yang dikeluarkan untuk subsidi BBM yang mencapai Rp400 triliun lebih baik digunakan untuk membiayai program yang langsung bermanfaat bagi rakyat kecil yang membutuhkan, seperti petani dan nelayan.

"Daripada dibakar di jalan jadi asap," kata Said Aqil.

PBNU, kata Said Aqil, sangat menyadari bahwa mendukung kenaikan harga BBM sama tidak populernya dengan keputusan pemerintah mengurangi subsidi BBM. Namun, lanjut dia, sikap itu harus diambil demi kepentingan yang lebih luas.

"Kita harus berpikir dewasa, matang. Kita tahu betapa berat beban APBN. Anggaran Rp400 triliun itu lebih bermanfaat untuk membangun, untuk memberdayakan masyarakat miskin," katanya.(ant/lif)

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto Rain Resmi Nikahi Kim Tae Hee, Keduanya jadi Pasutri Selebriti Paling Top di Korea

Rain Resmi Nikahi Kim Tae Hee, Keduanya jadi Pasutri Selebriti Paling Top di Korea

Covesia.com - Aktor dan penyanyi Rain menikahi aktris Kim Tae-hee di gereja Katolik Seoul, Kamis (19/1/2017), dan mereka menjadi pasangan suami istri...

Ikuti Akun Twitter Covesia.com

Wawancara

Foto Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal
Ekonom, Josua Pardede, M.Sc

Implementasi Kebijakan Ekonomi di Tangan Jokowi-JK Belum Maksimal

Covesia.com - Hari ini, Kamis (20/10/2016) tepat dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Sebanyak...

Website Monitoring