Juf, Penyandang Disabilitas Yang Sukses Budidayakan Jangkrik

Muhammad Fitrah | Minggu, 02-11-2014 | 01:19 WIB
Juf, Penyandang Disabilitas Yang Sukses Budidayakan Jangkrik
CACAT FISIK - Kendati cacat fisik, namun Juf ternyata sukses budayakan jangkrik. (Muhammad Fitrah/covesia.com)

Oleh : Muhammad Fitrah

Mengalami keterbatasan secara secara fisik, agaknya tak mempengaruhi sosok inspiratif yang satu ini untuk tetap beraktifitas mencari nafkah.Kendati kaki kirinya menderita cacat sejak berumur lima tahun, namun Juf Hendri (35) tak terlihat patah arang.Saat covesia .com berkesempatan menyambangi kediamannya.Terlihat dengan langkah pasti, Jup panggilan akrabnya ini, tengah berjalan menyusuri lorong dipinggiran rumah sangat sederhananya ini, yang dipenuhi ratusan peti berisi jangkrik-jangkrik peliharaannya.

Terlihat juga siang itu ,Jup tengah asyik dalam aktifitas harian yang biasa dilakukannya.Dengan ramah, Ia juga mempersilahkan covesia untuk duduk didekatnya bekerja. Sambil membawa ember yang berisi pakan berupa ampas tahu. Juf terlihat tengah memberi makanan untuk serangga-serangga peliharaannya.

Ternyata Pria lajang nan murah senyum ini telah memulai bisnis ternak jangkrik sejak tahun 2009 silam. Asal mulanya Ia tertarik dengan bisnis ini, ketika dia melihat salah seorang rekannya yang telah sukses dalam beternak Jangkrik.Mempunyai keyakinan yang sama dengan rekannya itu pulalah yang membuatnya tanpa pikir panjang mengikuti jejak rekannya itu.Diceritakan juga oleh Jup,pada awal usahanya ini dirintis ,Ia membeli dua kilogram bibit jangkrik seharga Rp100 ribu.Kemudian Ia membuatkan sarang-sarang berupa peti dari kayu triplek, sebanyak dua puluh buah untuk menengembangkan jangkrik-jangkrik itu.

Buah kesabaran, kegigihan dan ketekunanan dan kerjakerasnya jugalah, yang membuat bisnis ini kian hari kian berkembang, kini jumlah peti yang berisi jangkrik-jangkrik tersebut telah berjumlah 250 buah. Kalau dulu dia hanya bermodalkan seratus ribu rupiah, namun kini justru penghasilannya rata-rata perhari mencapai dua ratus ribu rupiah .

Selain menjual jangkrik dewasa seharga Rp60.000-Rp70.000 perkilonya, Dia juga menjual telor-telor jangkrik dengan harga Rp500.000 perkilonya. Jangkrik peliharaanya ini digunakan oleh orang-orang untuk pakan burung,dan sebagai umpan bagi para pemancing mania. Bahkan ikan arwana yang harganya mahal itu, juga doyan jangkrik,ujarnya.

Menurut Jup, penghoby ikan arwana jangkrik dapat menghidupkan warna ikan tersebut. Maka budidaya jangkrik tentu saja sangat menjanjikan. Selain memeliharanya tidak rumit, jangkrik juga tidak menimbulkan bau.

Sedangkan untuk pakan jangkrik, cukup diberi hampas tahu dicampur dedak dan pakan 311. Untuk minumnya cukup disemprot tiap paginya. Dan juga diberi rumput segar dengan takaran dua kali sehari.next

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

ISL 2014

Komentar

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

Hiburan

Foto 'Hillary's America' Dinobatkan Sebagai Film Terburuk 2016

'Hillary's America' Dinobatkan Sebagai Film Terburuk 2016

Covesia.com - Film dokumenter yang mengritik calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan kisah superhero "Batman vs...

Ikuti Akun Facebook Covesia.com

Wawancara

Foto Wiranto Usulkan Pembentukan Satgas Proapo untuk Tangkal Berita Hoax

Wiranto Usulkan Pembentukan Satgas Proapo untuk Tangkal Berita Hoax

Covesia.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas)...

Website Monitoring