Opini

Selamat Jalan Mas AT, Ahmad Taufik

Syofiardi Bachyul JB - Jurnalis Senior
Jumat, 24-03-2017 | 13:21 WIB
Selamat Jalan Mas AT, Ahmad Taufik Kabar itu seperti geledek. Ahmad Taufik meninggal dunia (malam, Kamis, 23 Maret 2017).Ahmad Taufik yang akrab dipanggil AT, saya memanggilnya Mas AT (yang lain ada yang memanggil Bang AT dan Kang AT) telah masuk RS Dharmais, Jakarta 25 Februari 2017 sore. Ia sakit paru-paru. Cairan terpaksa dikeluarkan melalui selang dari punggungnya."Ha... ha... gw aja kayak lelaki pembawa lentera," tulisnya berseloroh memposting fotonya berdiri bercelana pendek tanpa baju sambil memegang botol infus."Lelaki pembawa botol cranberries," lanjutnya setelah ditanggapi.Itu percakapan di grup Whatshapp "Rapat ME AJIndo" yang isinya kami berlima, anggota Majelis Etik AJI Indonesia: Mas Ahmad Taufik, Nursyawal,...

Berbisnis dari Hoax, Siapa Untung Siapa Rugi?

D.Dj. Kliwantoro - LKBN Antara
Rabu, 15-03-2017 | 09:05 WIB
Berbisnis dari Hoax, Siapa Untung Siapa Rugi? Covesia.com - Hoax (hoaks) sering sekali diartikan sebagai berita bohong yang sengaja disebar untuk dipercayai oleh orang banyak. Penyebaran hoaks plus peran ampuh media sosial ibarat api yang disiram bensin.Agar terhindar dari jebakan hoaks, sebaiknya netizen mewaspadai apabila ada postingan dengan kata-kata seperti ini: "Katakan like atau amin jika doa Anda pada tahun ini diijabah.""Makin banyak yang like dan comment maka nilai jual halaman itu akan makin tinggi," kata Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat Semarang Yanuar Luqman, pada seminar "Melawan Hoaks" di Semarang, awal pekan ini.Selanjutnya, Facebook akan menghubungi akun orang yang populer tersebut dan...

Saat Patrialis Membahas dan Membocorkan Draf Putusan

Desca Lidya Natalia - Antara
Sabtu, 18-02-2017 | 09:52 WIB
Saat Patrialis Membahas dan Membocorkan Draf Putusan Covesia.com - Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) memutuskan hakim konstitusi Patrialis Akbar melakukan pelanggaran berat dan menjatuhkan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat."Hakim terduga Patrialis Akbar terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Konstitusi (Sapta Karsa Hutama). Menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat kepada hakim terduga Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi," kata Ketua MKMK Sukma Violetta dalam sidang pembacaan putusan di gedung MK Jakarta, Kamis (16/2).Putusan itu diambil berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 9 orang saksi yaitu dua hakim konstitusi yang juga merupakan anggota hakim panel yang...

Pemboikotan, Antara Penting dan Tidak

Afrianto Daud - Pengamat Sosial/ Pendidik
Kamis, 08-12-2016 | 16:12 WIB
Pemboikotan, Antara Penting dan Tidak Bagi rakyat badarai, pemboikotan apapun itu, bisa jadi antara penting dan tidak. Pemboikotan seperti tak begitu penting, karena tidak jarang pemboikotan itu tidak terlalu terlihat efektivitasnya.Produk yang diboikot bisa saja tetap hidup, atau bahkan makin berkembang. Cukup banyak contohnya.Beda, kalau yang memboikot itu negara. Negara dengan otoritasnya memang bisa melakukan pemboikotan dengan sangat efektif. Karena negara memiliki wewenang membuat regulasi.Karenanya, pemboikotan rakyat kecil baiknya tidak dipahami secara literal. Semangat pemboikotan produk tertentu itu harus lebih dilihat secara figuratif, bahwa dia adalah lambang perlawanan.Pemboikotan adalah di antara cara menyampaikan...

Catatan KABA Festival +3: Cita Menciptakan Festival 'Bintang Enam'

S Metron Masdison - Budayawan
Rabu, 23-11-2016 | 09:13 WIB
Catatan KABA Festival +3: Cita Menciptakan Festival 'Bintang Enam' Ini tulisan dari (orang) dalam. Kesan subjektif tentu menguat. Tak apalah. Tersebab, ukuran sukses atau tidak sebuah iven, juga tergantung dari mana memandang.Beberapa bagian 'dapur' tentu akan tersibak. Mungkin sampai ke 'ruang tamu' atau 'kamar tidur'. Anggap saja, apa yang tampak, tak mengurangi keindahan langit biru.***KABA Festival +3 tak hanya lahir sebagai kelanjutan helat pertama atau kedua. Ia bentuk sikap ingin keberlanjutan. Sekaligus, koloni kebertahanan. Bahkan dalam pidato pembukaan pada 17 November 2016, Ery Mefri, Ketua Dewan Kurator, memutus kaji, "Hanya kiamat yang akan menghentikan festival."Terkesan sombong dan arogan. Seperti mempetikan nisan, tapi diperlukan....

Mempersiapkan Segala Kemungkinan Pada Aksi 4 November

Antara - Antara
Kamis, 03-11-2016 | 09:13 WIB
Mempersiapkan Segala Kemungkinan Pada Aksi 4 November Covesia.com - Jumat 4 November 2016 tampaknya menjadi hari yang paling diantisipasi oleh berbagai kalangan, terutama pemerintah dan aparat keamanan serta civil society.Sebab, pada hari itu, dijadwalkan akan berlangsung unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat yang dikoordinasikan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).Indonesia, Jakarta khususnya, telah berpengalaman mengalami berbagai aksi unjuk rasa, besar-besaran sekalipun. Memang ada yang berlangsung secara aman dan tertib, tetapi ada pula yang berlangsung memicu bentrok bahkan kerusuhan sosial.Demonstrasi atau berunjuk rasa dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi...

Mengenal Mohammad Yamin Tokoh 'Sumpah Pemuda' Mahaputera Republik Indonesia

Kapten CPM KGP Arifin B. Antono Jayawardhana Reswari - Pasi Lidkrimpamfik Denpom I/4 Padang
Jumat, 28-10-2016 | 13:08 WIB
Mengenal Mohammad Yamin Tokoh 'Sumpah Pemuda' Mahaputera Republik Indonesia Covesia.com - Seorang laki-laki yang bernama Tuanku Oesman gelar Bagindo Chotib yang lahir tahun 1858 di Sumpur Malalo, Tanah Datar, Sumatera Barat, adalah Pegawai Mantri Kopi (koffiepakhuis meester), kedudukan terhormat dan terpandang di zaman Belanda dengan tugas mengurus perkebunan dan mengawasi gudang-gudang kopi di wilayah Talawi. Tuanku Oesman Bagindo Chatib dikenal dengan sebutan Uwo Mantri yang juga dikenal sebagai guru agama yang kerap berdakwah dari kampung ke kampung seperti Kuantan Riau, Sungai Penuh dan Inderapura Pesisir Selatan, bahkan sampai ke Bengkulu. Kemudian berkenalan dengan Siti Saudah dan menikah. Setelah itu Siti Saudah dibawa ke Minang dan tinggal di...

Quote Hari Ini

"Allah tidak melihat dengan rahmat-Nya pada orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong"

HR. Bukhari, Muslim

Website Monitoring