Opini

Catatan KABA Festival +3: Cita Menciptakan Festival 'Bintang Enam'

S Metron Masdison - Budayawan
Rabu, 23-11-2016 | 09:13 WIB
Catatan KABA Festival +3: Cita Menciptakan Festival 'Bintang Enam' Ini tulisan dari (orang) dalam. Kesan subjektif tentu menguat. Tak apalah. Tersebab, ukuran sukses atau tidak sebuah iven, juga tergantung dari mana memandang.Beberapa bagian 'dapur' tentu akan tersibak. Mungkin sampai ke 'ruang tamu' atau 'kamar tidur'. Anggap saja, apa yang tampak, tak mengurangi keindahan langit biru.***KABA Festival +3 tak hanya lahir sebagai kelanjutan helat pertama atau kedua. Ia bentuk sikap ingin keberlanjutan. Sekaligus, koloni kebertahanan. Bahkan dalam pidato pembukaan pada 17 November 2016, Ery Mefri, Ketua Dewan Kurator, memutus kaji, "Hanya kiamat yang akan menghentikan festival."Terkesan sombong dan arogan. Seperti mempetikan nisan, tapi diperlukan....

Mempersiapkan Segala Kemungkinan Pada Aksi 4 November

Antara - Antara
Kamis, 03-11-2016 | 09:13 WIB
Mempersiapkan Segala Kemungkinan Pada Aksi 4 November Covesia.com - Jumat 4 November 2016 tampaknya menjadi hari yang paling diantisipasi oleh berbagai kalangan, terutama pemerintah dan aparat keamanan serta civil society.Sebab, pada hari itu, dijadwalkan akan berlangsung unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat yang dikoordinasikan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).Indonesia, Jakarta khususnya, telah berpengalaman mengalami berbagai aksi unjuk rasa, besar-besaran sekalipun. Memang ada yang berlangsung secara aman dan tertib, tetapi ada pula yang berlangsung memicu bentrok bahkan kerusuhan sosial.Demonstrasi atau berunjuk rasa dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi...

Mengenal Mohammad Yamin Tokoh 'Sumpah Pemuda' Mahaputera Republik Indonesia

Kapten CPM KGP Arifin B. Antono Jayawardhana Reswari - Pasi Lidkrimpamfik Denpom I/4 Padang
Jumat, 28-10-2016 | 13:08 WIB
Mengenal Mohammad Yamin Tokoh 'Sumpah Pemuda' Mahaputera Republik Indonesia Covesia.com - Seorang laki-laki yang bernama Tuanku Oesman gelar Bagindo Chotib yang lahir tahun 1858 di Sumpur Malalo, Tanah Datar, Sumatera Barat, adalah Pegawai Mantri Kopi (koffiepakhuis meester), kedudukan terhormat dan terpandang di zaman Belanda dengan tugas mengurus perkebunan dan mengawasi gudang-gudang kopi di wilayah Talawi. Tuanku Oesman Bagindo Chatib dikenal dengan sebutan Uwo Mantri yang juga dikenal sebagai guru agama yang kerap berdakwah dari kampung ke kampung seperti Kuantan Riau, Sungai Penuh dan Inderapura Pesisir Selatan, bahkan sampai ke Bengkulu. Kemudian berkenalan dengan Siti Saudah dan menikah. Setelah itu Siti Saudah dibawa ke Minang dan tinggal di...

Irman Gusman, Antara Prestasi, Ketokohan dan Riwayat Mu Kini

Husni Afriadi - jurnalis
Minggu, 18-09-2016 | 03:12 WIB
Irman Gusman, Antara Prestasi, Ketokohan dan Riwayat Mu Kini Covesia.com - Tertangkap tangannya ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penerima suap kasus impor gula menambah deretan panjang kisah kelam para tokoh politik di Indonesia yang tersangkut prahara korupsi.Ditengah merosotnya kepercayaan publik atas kinerja wakil rakyat di Senayan, fenomena Operasi Tangkap tangan (OTT) kali ini seakan mensiratkan bencana korupsi di tanah pertiwi tak akan pernah berhenti dan akan terus berlanjut hingga titik nadir. Hal tersebut tentunya sangat beralasan mengingat dari waktu kewaktu para pelaku korupsi seakan tak pernah mengenal takut akan jeratan lembaga antirasuah yang setiap waktu terus meringkus...

Kudeta Gagal dan Anatomi Politik Turki

Jafar M Sidik - Penulis
Kamis, 21-07-2016 | 21:40 WIB
Kudeta Gagal dan Anatomi Politik Turki Covesia.com - Ketika Kemal Ataturk mendirikan Republik Turki pada 1923, wajah Turki berubah menjadi amat sekuler. Selama 30 tahun kekuasaan Ataturk, kemalisme --nasionalisme sekuler Kemal Ataturk-- sepertinya akan langgeng.Namun sekularisme yang rigid ternyata telah mengibiri rakyat, terutama dalam beragama. Selain itu, ketika kaum elit dididik oleh cara hidup Barat yang modern, di desa-desa dan kota-kota kecil, rakyat sengsara dan terpinggirkan.Keadaan itu memotivasi partai politik untuk menunjukkan simpati kepada peran agama di Turki. Ironisnya setelah kudeta 1971, militer juga mendorong peran agama dalam menghalau komunisme.Akibatnya, mengutip Politico.com, pelan tetapi pasti agama...

Menanti Peran Orang Tua Hari Ini

Lismomon Nata - Widyaiswara Ahli Pertama Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat
Kamis, 21-07-2016 | 12:07 WIB
Menanti Peran Orang Tua Hari Ini Covesia.com - Dalam sudut pandang Psikologi, permodelan kesadaran yang berkontribusi membentuk karakter manusia secara umum dibagi menjadi dua area utama; Pertama, area pikiran sadar (conscious mind), yaitu suatu area pikiran yang bersifat kritis, analitis, dan logis. Sumbangan pikiran sadar ini relatif kecil terhadap bagaimana cara manusia berfikir, merasa dan bertindak, dari beberapa buku menuliskan kontribusinya sekitar 10 persen hingga 12 persen. Kedua, area pikiran bawah sadar (subconscious mind) yaitu sebuah area yang menyimpan berbagai hal yang telah dilalui dalam hidup (pengalaman hidup), pengetahuan, keyakinan, dan segala hal yang melekat dalam ingatan seseorang...

JSK Untuk Penderita HIV AIDS

Andri Mardiansyah - Photojournalist
Sabtu, 18-06-2016 | 17:00 WIB
JSK Untuk Penderita HIV AIDS Penyakit AIDS, suatu penyakit yang timbul sebagai dampak berkembang biaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia, masih menjadi momok paling menakutkan. Virus HIV yang menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh atau sistem imun bahkan juga dapat merusak otak dan sistem saraf pusat tersebut hingga saat ini sama sekali belum ditemukan formula obat yang mampu menyembuhkan dan membunuh virus itu.Sejak pertama kali ditemukannya infeksi HIV pada tahun 1987 hingga dengan Desember 2013, HIV sudah tersebar di 381 (77 persen) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan jumlah kasus Human Immunodeficiency...

Quote Hari Ini

"Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku. Sebagai prasasti terima kasihku. Tuk pengabdianmu"

Sartono

Website Monitoring