Kiprah Para Kartini di Pemerintahan Jokowi

Bayu Prasetyo

*Antara

Jumat, 21-04-2017
Kiprah Para Kartini di Pemerintahan Jokowi

Ilustrasi

Indonesia, setiap tanggal 21 April merayakan peringatan Hari Kartini untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini yang telah memperjuangkan hak-hak bagi kaum perempuan di Tanah Air, bahwa perempuan memiliki kemampuan yang setara.

Perjuangan RA Kartini tidaklah sia-sia dan telah terbukti pada pemerintahan saat ini yang memiliki menteri-menteri perempuan Indonesia yang terbilang "tangguh" mengerjakan tugasnya melayani negeri.

Hingga saat ini terdapat sembilan menteri wanita dalam Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kartini-kartini yang berjasa mengabdi kepada negara terdiri dari Puan Maharani sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri, serta Susi Pudjiastuti yang dipercaya menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Selain itu, Jokowi juga memilih Siti Nurbaya Bakar sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nila Moeloek bertindak sebagai Menteri Kesehatan, Khofifah Indar Parawansa mengemban sebagai Menteri Sosial, dan Rini Soemarno sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Juga Yohana Yembise selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta yang bergabung paling baru adalah Sri Mulyani Indrawati yang dipercaya mengemban sebagai Menteri Keuangan.

Hebatnya, dari dua kali perombakan Kabinet Kerja, belum ada menteri perempuan yang dicopot dari jabatannya. Semua menteri tersebut bahu-membahu memperbaiki keadaan bangsa dan negara yang berada di sisi Presiden Jokowi saat kunjungan kerja maupun rapat terbatas di komplek istana presiden.

Mensos Khofifah yang menjadi "target" pertama menjelaskan bahwa Hari Kartini merupakan momen bagi perempuan untuk bangkit dan melakukan kerja nyata yang produktif maupun terus mengkaji ilmu.

"Raden Adjeng Kartini itu berpikir out of the box. Dia melakukan penjangkauan, pemikiran dan interaksi di luar zamannya, diluar tradisi, diluar culture yang mengukungnya. Artinya bahwa itu akan menjadi pembelajaran yang sangat penting bagi seluruh perempuan Indonesia bahwa ternyata kalau kita berusaha ternyata bisa," jelas Khofifah.

Khofifah menjelaskan RA Kartini dapat memberikan pemikiran yang rasional terkait pemberdayaan perempuan sehingga diberi kesempatan untuk belajar lebih jauh pada zamannya.

Dia menambahkan bahwa Kartini juga seorang ulama wanita yang luar biasa yang berguru kepada KH Soleh Darat.

"Satu dari delapan santri yang cukup dominan dari KH Soleh Darat adalah RA Kartini. Salah satu diantara dari delapan8 santri andalannya beliau dan tidak pernah ada yang menulis soal itu," jelas Khofifahnext

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

KOMENTAR

Quote Hari Ini

"Kemenangan yang besar adalah ketika tidak jemawa atas kekalahan lawan. Kekalahan yang besar adalah ketika memberi celaan atas kemenangan lawan"

Website Monitoring