Saat Patrialis Membahas dan Membocorkan Draf Putusan

Desca Lidya Natalia

*Antara

Sabtu, 18-02-2017
Saat Patrialis Membahas dan Membocorkan Draf Putusan

Patrialis Akbar (Antara Foto/ Wayu Putro)

Covesia.com - Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) memutuskan hakim konstitusi Patrialis Akbar melakukan pelanggaran berat dan menjatuhkan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat.

"Hakim terduga Patrialis Akbar terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Konstitusi (Sapta Karsa Hutama). Menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat kepada hakim terduga Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi," kata Ketua MKMK Sukma Violetta dalam sidang pembacaan putusan di gedung MK Jakarta, Kamis (16/2).

Putusan itu diambil berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 9 orang saksi yaitu dua hakim konstitusi yang juga merupakan anggota hakim panel yang melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap uji materi UU No 14 tahun 2014 yaitu I Dewa Gede Palguna dan Manahan MP Sitompul; panitera MK Kasianur Sidauruk; Sekretaris Administrasi Umum Patrialis, Prana Patrayoga Adiputra; kawan dekat Patrialis, Kamaludin; panitera pengganti tingkat II MK Ery Satria Pamungkas; Sekretaris Yudisial Patrialis, Suryo Gilang Romadhon; ajudan Patrialis, Eko Basuki; dan sopir Patrialis, Slamet.

"Hakim terduga terbukti melakukan pertemuan dan atau pembahasan mengenai perkara yang sedang ditangani antara hakim terduga dengan pihak yang berkepentingan dengan perkara, baik langsung maupun tidak langsung, di luar persidangan dan hakim terduga terbukti membocorkan draf putusan MK yang masih bersifat rahasia oleh hakim terduga," kata anggota MKMK Asad Said Ali.

Dalam sidang itu, empat anggota MKMK Anwar Usman, Achmad Sodiki, Bagir Manan dan Asad Said Ali membacakan secara bergantian hasil pemeriksaan terhadap para saksi dan membuktikan pertemuan Patrialis dengan pihak yang terkait perkara dan pembocoran draf putusan, sebelum Patrialis diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada 25 Januari 2017.

Awal perkenalan

Kamaludin dalam kesaksiannya mengaku sudah mengenal Patrialis sekitar 20 tahun sejak menjadi tetangga di tempat tinggal keduanya di Bekasi sehingga mengetahui karier Patrialis sejak menjadi pengacara sampai menjadi hakim konstitusi.

Kamaludin masih sering bertemu dengan Patrialis saat bermain golf dan mengetahui jadwal main golf Patrialis adalah Selasa, Rabu dan Jumat. Sedangkan Kamaludin dan Basuki Hariman sama-sama bekerja di satu perusahaan di bidang pelabuhan.

Kamaludin mengenalkan Basuki kepada Patrialis di restoran steak DKevin milik keluarga Basuki di kawasan Dharmawangsa pada 14 September 2016. Pada pertemuan itu mereka berbicara mengenai uji materi Perkara No 129/PUU-XIII/2015 tentang UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan Dan Kesehatan Hewan, Basuki mengeluhkan perkara sudah diperiksa tapi belum diputusnext

Galeri Foto Terbaru Covesia.com

KOMENTAR

Quote Hari Ini

"Allah tidak melihat dengan rahmat-Nya pada orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong"

HR. Bukhari, Muslim

Website Monitoring