Artikel

Kiprah Para Kartini di Pemerintahan Jokowi

Jumat, 21-04-2017 | 10:21 WIB
Kiprah Para Kartini di Pemerintahan Jokowi Indonesia, setiap tanggal 21 April merayakan peringatan Hari Kartini untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini yang telah memperjuangkan hak-hak bagi kaum perempuan di Tanah Air, bahwa perempuan memiliki kemampuan yang setara.Perjuangan RA Kartini tidaklah sia-sia dan telah terbukti pada pemerintahan saat ini yang memiliki menteri-menteri perempuan Indonesia yang terbilang "tangguh" mengerjakan tugasnya melayani negeri.Hingga saat ini terdapat sembilan menteri wanita dalam Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.Kartini-kartini yang berjasa mengabdi kepada negara terdiri dari Puan Maharani sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Retno Marsudi...

Pragmatisme: Metode Salah Suntik ke Nadi Barca

Jumat, 21-04-2017 | 08:00 WIB
Pragmatisme: Metode Salah Suntik ke Nadi Barca Tersingkirnya Barcelona dari arena Piala Champions bukanlah mengejutkan. Kita justru terkejut kalau Barca lolos sekali lagi (!) dari lubang jarum. Di mana Tuhan, kalau ada tim sepak bola 'ditolong' karena untuk kedua kalinya masuk lubang? Kalau ini masih menyesakkan, tentu hanya untuk fansnya (termasuk saya).Blaugrana adalah impian sepak bola abad 21. Brazil-nya Pele menemukan tubuh baru. Dengan segala versi dan variannya. Apa yang dikatakan Bruce Lee, menyerang adalah pertahanan terbaik, direalisasikan amat sempurna. Bahkan, sejak Johan Cryuff mengatakan sepak bola berbicara tentang kesederhanaan dan betapa rumitnya itu dipraktikkan.Di era Franklin Edmundo Rijkaard dan Josep Guardiola i...

Selamat Jalan Mas AT, Ahmad Taufik

Jumat, 24-03-2017 | 13:21 WIB
Selamat Jalan Mas AT, Ahmad Taufik Kabar itu seperti geledek. Ahmad Taufik meninggal dunia (malam, Kamis, 23 Maret 2017).Ahmad Taufik yang akrab dipanggil AT, saya memanggilnya Mas AT (yang lain ada yang memanggil Bang AT dan Kang AT) telah masuk RS Dharmais, Jakarta 25 Februari 2017 sore. Ia sakit paru-paru. Cairan terpaksa dikeluarkan melalui selang dari punggungnya."Ha... ha... gw aja kayak lelaki pembawa lentera," tulisnya berseloroh memposting fotonya berdiri bercelana pendek tanpa baju sambil memegang botol infus."Lelaki pembawa botol cranberries," lanjutnya setelah ditanggapi.Itu percakapan di grup Whatshapp "Rapat ME AJIndo" yang isinya kami berlima, anggota Majelis Etik AJI Indonesia: Mas Ahmad Taufik, Nursyawal,...

Berbisnis dari Hoax, Siapa Untung Siapa Rugi?

Rabu, 15-03-2017 | 09:05 WIB
Berbisnis dari Hoax, Siapa Untung Siapa Rugi? Covesia.com - Hoax (hoaks) sering sekali diartikan sebagai berita bohong yang sengaja disebar untuk dipercayai oleh orang banyak. Penyebaran hoaks plus peran ampuh media sosial ibarat api yang disiram bensin.Agar terhindar dari jebakan hoaks, sebaiknya netizen mewaspadai apabila ada postingan dengan kata-kata seperti ini: "Katakan like atau amin jika doa Anda pada tahun ini diijabah.""Makin banyak yang like dan comment maka nilai jual halaman itu akan makin tinggi," kata Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhimpunan Hubungan Masyarakat Semarang Yanuar Luqman, pada seminar "Melawan Hoaks" di Semarang, awal pekan ini.Selanjutnya, Facebook akan menghubungi akun orang yang populer tersebut dan...

Saat Patrialis Membahas dan Membocorkan Draf Putusan

Sabtu, 18-02-2017 | 09:52 WIB
Saat Patrialis Membahas dan Membocorkan Draf Putusan Covesia.com - Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) memutuskan hakim konstitusi Patrialis Akbar melakukan pelanggaran berat dan menjatuhkan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat."Hakim terduga Patrialis Akbar terbukti melakukan pelanggaran berat terhadap Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Konstitusi (Sapta Karsa Hutama). Menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat kepada hakim terduga Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi," kata Ketua MKMK Sukma Violetta dalam sidang pembacaan putusan di gedung MK Jakarta, Kamis (16/2).Putusan itu diambil berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap 9 orang saksi yaitu dua hakim konstitusi yang juga merupakan anggota hakim panel yang...

Pemboikotan, Antara Penting dan Tidak

Kamis, 08-12-2016 | 16:12 WIB
Pemboikotan, Antara Penting dan Tidak Bagi rakyat badarai, pemboikotan apapun itu, bisa jadi antara penting dan tidak. Pemboikotan seperti tak begitu penting, karena tidak jarang pemboikotan itu tidak terlalu terlihat efektivitasnya.Produk yang diboikot bisa saja tetap hidup, atau bahkan makin berkembang. Cukup banyak contohnya.Beda, kalau yang memboikot itu negara. Negara dengan otoritasnya memang bisa melakukan pemboikotan dengan sangat efektif. Karena negara memiliki wewenang membuat regulasi.Karenanya, pemboikotan rakyat kecil baiknya tidak dipahami secara literal. Semangat pemboikotan produk tertentu itu harus lebih dilihat secara figuratif, bahwa dia adalah lambang perlawanan.Pemboikotan adalah di antara cara menyampaikan...

Catatan KABA Festival +3: Cita Menciptakan Festival 'Bintang Enam'

Rabu, 23-11-2016 | 09:13 WIB
Catatan KABA Festival +3: Cita Menciptakan Festival 'Bintang Enam' Ini tulisan dari (orang) dalam. Kesan subjektif tentu menguat. Tak apalah. Tersebab, ukuran sukses atau tidak sebuah iven, juga tergantung dari mana memandang.Beberapa bagian 'dapur' tentu akan tersibak. Mungkin sampai ke 'ruang tamu' atau 'kamar tidur'. Anggap saja, apa yang tampak, tak mengurangi keindahan langit biru.***KABA Festival +3 tak hanya lahir sebagai kelanjutan helat pertama atau kedua. Ia bentuk sikap ingin keberlanjutan. Sekaligus, koloni kebertahanan. Bahkan dalam pidato pembukaan pada 17 November 2016, Ery Mefri, Ketua Dewan Kurator, memutus kaji, "Hanya kiamat yang akan menghentikan festival."Terkesan sombong dan arogan. Seperti mempetikan nisan, tapi diperlukan....

Quote Hari Ini

"Allah tidak melihat dengan rahmat-Nya pada orang yang menurunkan kainnya di bawah mata kaki karena sombong"

HR. Bukhari, Muslim

Website Monitoring