Artikel

Pemboikotan, Antara Penting dan Tidak

Kamis, 08-12-2016 | 16:12 WIB
Pemboikotan, Antara Penting dan Tidak Bagi rakyat badarai, pemboikotan apapun itu, bisa jadi antara penting dan tidak. Pemboikotan seperti tak begitu penting, karena tidak jarang pemboikotan itu tidak terlalu terlihat efektivitasnya.Produk yang diboikot bisa saja tetap hidup, atau bahkan makin berkembang. Cukup banyak contohnya.Beda, kalau yang memboikot itu negara. Negara dengan otoritasnya memang bisa melakukan pemboikotan dengan sangat efektif. Karena negara memiliki wewenang membuat regulasi.Karenanya, pemboikotan rakyat kecil baiknya tidak dipahami secara literal. Semangat pemboikotan produk tertentu itu harus lebih dilihat secara figuratif, bahwa dia adalah lambang perlawanan.Pemboikotan adalah di antara cara menyampaikan...

Catatan KABA Festival +3: Cita Menciptakan Festival 'Bintang Enam'

Rabu, 23-11-2016 | 09:13 WIB
Catatan KABA Festival +3: Cita Menciptakan Festival 'Bintang Enam' Ini tulisan dari (orang) dalam. Kesan subjektif tentu menguat. Tak apalah. Tersebab, ukuran sukses atau tidak sebuah iven, juga tergantung dari mana memandang.Beberapa bagian 'dapur' tentu akan tersibak. Mungkin sampai ke 'ruang tamu' atau 'kamar tidur'. Anggap saja, apa yang tampak, tak mengurangi keindahan langit biru.***KABA Festival +3 tak hanya lahir sebagai kelanjutan helat pertama atau kedua. Ia bentuk sikap ingin keberlanjutan. Sekaligus, koloni kebertahanan. Bahkan dalam pidato pembukaan pada 17 November 2016, Ery Mefri, Ketua Dewan Kurator, memutus kaji, "Hanya kiamat yang akan menghentikan festival."Terkesan sombong dan arogan. Seperti mempetikan nisan, tapi diperlukan....

Mempersiapkan Segala Kemungkinan Pada Aksi 4 November

Kamis, 03-11-2016 | 09:13 WIB
Mempersiapkan Segala Kemungkinan Pada Aksi 4 November Covesia.com - Jumat 4 November 2016 tampaknya menjadi hari yang paling diantisipasi oleh berbagai kalangan, terutama pemerintah dan aparat keamanan serta civil society.Sebab, pada hari itu, dijadwalkan akan berlangsung unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat yang dikoordinasikan oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI).Indonesia, Jakarta khususnya, telah berpengalaman mengalami berbagai aksi unjuk rasa, besar-besaran sekalipun. Memang ada yang berlangsung secara aman dan tertib, tetapi ada pula yang berlangsung memicu bentrok bahkan kerusuhan sosial.Demonstrasi atau berunjuk rasa dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi...

Mengenal Mohammad Yamin Tokoh 'Sumpah Pemuda' Mahaputera Republik Indonesia

Jumat, 28-10-2016 | 13:08 WIB
Mengenal Mohammad Yamin Tokoh 'Sumpah Pemuda' Mahaputera Republik Indonesia Covesia.com - Seorang laki-laki yang bernama Tuanku Oesman gelar Bagindo Chotib yang lahir tahun 1858 di Sumpur Malalo, Tanah Datar, Sumatera Barat, adalah Pegawai Mantri Kopi (koffiepakhuis meester), kedudukan terhormat dan terpandang di zaman Belanda dengan tugas mengurus perkebunan dan mengawasi gudang-gudang kopi di wilayah Talawi. Tuanku Oesman Bagindo Chatib dikenal dengan sebutan Uwo Mantri yang juga dikenal sebagai guru agama yang kerap berdakwah dari kampung ke kampung seperti Kuantan Riau, Sungai Penuh dan Inderapura Pesisir Selatan, bahkan sampai ke Bengkulu. Kemudian berkenalan dengan Siti Saudah dan menikah. Setelah itu Siti Saudah dibawa ke Minang dan tinggal di...

Irman Gusman, Antara Prestasi, Ketokohan dan Riwayat Mu Kini

Minggu, 18-09-2016 | 03:12 WIB
Irman Gusman, Antara Prestasi, Ketokohan dan Riwayat Mu Kini Covesia.com - Tertangkap tangannya ketua Dewan Perwakilan Daerah, Irman Gusman oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penerima suap kasus impor gula menambah deretan panjang kisah kelam para tokoh politik di Indonesia yang tersangkut prahara korupsi.Ditengah merosotnya kepercayaan publik atas kinerja wakil rakyat di Senayan, fenomena Operasi Tangkap tangan (OTT) kali ini seakan mensiratkan bencana korupsi di tanah pertiwi tak akan pernah berhenti dan akan terus berlanjut hingga titik nadir. Hal tersebut tentunya sangat beralasan mengingat dari waktu kewaktu para pelaku korupsi seakan tak pernah mengenal takut akan jeratan lembaga antirasuah yang setiap waktu terus meringkus...

Kudeta Gagal dan Anatomi Politik Turki

Kamis, 21-07-2016 | 21:40 WIB
Kudeta Gagal dan Anatomi Politik Turki Covesia.com - Ketika Kemal Ataturk mendirikan Republik Turki pada 1923, wajah Turki berubah menjadi amat sekuler. Selama 30 tahun kekuasaan Ataturk, kemalisme --nasionalisme sekuler Kemal Ataturk-- sepertinya akan langgeng.Namun sekularisme yang rigid ternyata telah mengibiri rakyat, terutama dalam beragama. Selain itu, ketika kaum elit dididik oleh cara hidup Barat yang modern, di desa-desa dan kota-kota kecil, rakyat sengsara dan terpinggirkan.Keadaan itu memotivasi partai politik untuk menunjukkan simpati kepada peran agama di Turki. Ironisnya setelah kudeta 1971, militer juga mendorong peran agama dalam menghalau komunisme.Akibatnya, mengutip Politico.com, pelan tetapi pasti agama...

Menanti Peran Orang Tua Hari Ini

Kamis, 21-07-2016 | 12:07 WIB
Menanti Peran Orang Tua Hari Ini Covesia.com - Dalam sudut pandang Psikologi, permodelan kesadaran yang berkontribusi membentuk karakter manusia secara umum dibagi menjadi dua area utama; Pertama, area pikiran sadar (conscious mind), yaitu suatu area pikiran yang bersifat kritis, analitis, dan logis. Sumbangan pikiran sadar ini relatif kecil terhadap bagaimana cara manusia berfikir, merasa dan bertindak, dari beberapa buku menuliskan kontribusinya sekitar 10 persen hingga 12 persen. Kedua, area pikiran bawah sadar (subconscious mind) yaitu sebuah area yang menyimpan berbagai hal yang telah dilalui dalam hidup (pengalaman hidup), pengetahuan, keyakinan, dan segala hal yang melekat dalam ingatan seseorang...

Quote Hari Ini

"Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku. Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku. Sebagai prasasti terima kasihku. Tuk pengabdianmu"

Sartono

Website Monitoring