Tawuran Pakai Sajam, Polisi Amankan14 Pelajar di Padang

Tawuran Pakai Sajam Polisi Amankan14 Pelajar di Padang Anggota Polisi berhasil mengamankan seorang pelajar pelaku tauran yang membawa sajam di kawasan Gor Agus Salim Padang, Jumat (12/1/2017) (Foto:Covesia/Primadoni)

Covesia.com - Sejumlah pelajar yang sebagiannya membawa senjata tajam terlibat tawuran di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (12/1/2018). Anggota kepolisian dari Satuan Sabhara Polresta Padang yang hendak mengamankan aksi tersebut, sempat diancam dengan senjata tajam oleh pelajar.

Pantauan covesia.com, tawuran antar pelajar dari berbagai sekolah di kota Padang tersebut terjadi kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Haji Agus Salim dan melibat pelajar berseragam SMK Taman Siswa, SMK 5 Padang, SMK Kosgoro, SMA PGRI 6, serta sekolah lainnya. Sejumlah pelajar terlihat membawa senjata tajam clurit dan parang.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara motor patroli polisi dengan motor para pelajar. Puluhan pelajar yang sebelumnya kejar-kejaran dan baku hantam, berusaha melarikan diri begitu melihat polisi datang ke lokasi.

“Ya, tadi memang kita kejar dan mengepung mereka di persimpangan jalan. Tadi ada pelajar yang terpojok dan menabrak motor patroli. Saat hendak ditangkap dia malah mengancam polisi dengan senjata tajam," ujar salah seorang anggota Sabhara Polresta Padang.

Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Ediwarman menyebutkan, siswa pelaku tawuran yang berhasil diamankan berjumlah 14 orang pelajar dari berbagai sekolah.

"Perbuatan mereka sudah meresahkan warga dan merusak ketertiban umum. Kita apresiasi masyarakat yang segera melaporkan sebelum tawuran membesar, sehingga kita bisa cepat mengatasinya," katanya.

Lebih lanjut Ediwarman mengatakan, untuk pelajar yang tertangkap membawa senjata tajam akan diproses dengan menggunakan undang-undang darurat.

 “Yang tertangkap membawa senjata tajam 1 orang. Dia akan diproses dengan Undang-Undang Darurat No 12 tahun 51 dengan ancaman 10 tahun penjara,” sebutnya.

Sementara, untuk pelajar lain yang tertangkap namun tidak membawa senjata tajam akan dilakukan pemeriksaan secara intensif. Hal itu disebabkan petugas menemukan beberapa senjata tajam lainnya di lokasi saat mengamankan mereka.

“Nanti mereka akan diperiksa secara intensif dulu dan dilakukan pembinaan. Kita juga akan panggil pihak sekolah dan orang tua mereka. Dengan diproses secara hukum, minimal bisa memberikan efek jera bagi mereka agar tidak mengulangi lagi di masa mendatang," lanjutnya.

Ediwarman berharap kepada Pemerintah Kota Padang, terutama Dinas Sosial agar proaktif membantu kepolisian untuk melakukan pembinaan para pelajar di sekolah. Dengan upaya itu, angka tawuran antar pelajar bisa ditekan atau bahkan tidak terjadi lagi di Kota Padang.

(don)