Terkait 48 Siswa Dihukum Ujian Dilapangan Basket, Pemda Agam Panggil Pihak Sekolah

Terkait 48 Siswa Dihukum Ujian Dilapangan Basket Pemda Agam Panggil Pihak Sekolah Foto: Humas Agam

Covesia.com - Terkait permasalah 48 orang siswa SMKN 2 Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang mendapat sangsi melaksanakan ujian semester I (Ganjil)  dilapangan basket, Rabu (6/12/2017),  Pemerintah Daerah (Pemda) daerah itu, langsung mengambil sikap berupa memanggil dan mengadakan pertemuan dengan pihak sekolah yang bersangkutan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di rumah dinas Sekda Agam, tadi malam, Rabu (6/12/2017) sekitar pukul. 20.00 Wib, yang dihadiri Bupati Agam, Indra Catri diwakili oleh Sekda Agam, Martias Wanto, kepala SMKN 2 Lubuk Basung Zulhatman beserta Staff, Kabag Humas, Helton dan pihak terkait lainnya.

Dalam pertemuan, Kepala SMKN 2 Lubuk Basung, Zulhatman mengklarifikasi masalah yang terjadi di sekolah yang ia pimpin, saat sangsi diberikan dirinya sedang mengikuti Raker Dinas provinsi yang dilaksanakan di Padang, ia menjelaskan hukuman tersebut diberikan kepada anak-anak yang terlambat agar tidak mengganggu suasana ujian teman -temannya yang telah melaksanakan 1 jam sebelumnya.

"Ini tidak ada kaitannya dengan sumbangan karena banyak siswa yang tidak memberikan sumbangan namun tetap melaksanakan ujian di lokal," ujarnya.

Pihaknya sudah menyatakan dan mengakui kekeliruannya terhadap sangsi yang dijatuhkan serta berjanji tidak akan mengulangi.

Disisi lain Sekda Agam, Martias Wanto mengungkapkan, pada prinsipnya jika ada kebijakan yang menjerumus kepada non kurikulum dan merugikan masyarakat di wilayah Agam akan ditanggapi cepat oleh bupati Agam, Walau secara kewenangan, SMA dan SMK sudah berada di Provinsi.

"Kita berharap peristiwa seperti itu tidak terulang lagi baik disekolah manapun di Agam, disiplin sekolah memang harus ditegakkan namun perlu dilihat situasi dan kondisi, jangan sampai mengganggu stabilitas pendidikan apalagi para siswa sedang ujian," harapnya.

Ia juga menghimbau kepada orang tua dan wali murid agar mengawasi dan memperhatikan bagaimana kegiatan sekolah putra-putri mereka jangan sampai telat masuk sekolah apalagi saat ujian, 

"Pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama orang tua pun harus senantiasa mengingatkan anak-anak mereka," tutupnya.

Reporter Kab.Agam: Johan Utoyo/don